Tamu menerima undangan cetak yang cantik, lalu harus mengetik alamat website pernikahan yang panjang di ponsel untuk RSVP. Di venue, ada yang bertanya ke mana mengunggah foto, ada yang menanyakan Wi-Fi, dan seorang tante tersesat di jalan desa. QR code menyelesaikan semua itu dengan sekali pindai, asalkan setiap kode punya satu tugas yang jelas.

Tujuh ide QR code untuk pernikahan

  1. RSVP atau website pernikahan di undangan. Masukkan link formulir RSVP atau website pernikahan Anda ke kode kecil di bagian belakang kartu. Tamu bisa membalas dalam hitungan detik tanpa mengetik URL. Buat dengan pembuat QR code link.
  2. Lokasi venue. QR code lokasi membuka venue di peta, siap untuk petunjuk arah. Taruh di undangan atau kartu keterangan, terutama untuk venue di pelosok yang alamatnya kurang jelas.
  3. Album foto bersama di resepsi. Buat album bersama di layanan foto yang Anda pakai, lalu masukkan link unggahnya ke kode di setiap meja. Tamu menambahkan foto mereka malam itu juga, dan Anda mendapat foto dari sudut yang tidak pernah dilihat fotografer Anda.
  4. Wi-Fi venue. Jika venue punya Wi-Fi tamu, QR code Wi-Fi menghubungkan ponsel tanpa ada yang perlu membacakan password. Berguna saat sinyal seluler lemah, yang sering terjadi di gudang, kastil, dan venue di pedesaan.
  5. Susunan acara dan menu. Kode di papan selamat datang atau kartu meja bisa membuka halaman berisi rundown acara, menu beserta alergennya, atau denah tempat duduk.
  6. Daftar kado. Jika Anda memakai daftar kado (gift registry), tautkan dari website, bukan dicetak di undangan. Jika memang ingin dicetak, kode kecil di kartu sisipan terpisah membuatnya tetap sopan.
  7. Kartu terima kasih dengan foto. Setelah pernikahan, kirim kartu terima kasih dengan kode yang membuka album atau galeri dari fotografer Anda. Kartu itu jadi sesuatu yang disimpan tamu.

Undangan pernikahan di atas meja dengan QR code kecil di sudutnya, sebuah tangan memegang ponsel untuk memindainya

Apa isi setiap kode

Semua kode di situs ini statis: apa yang Anda masukkan tercetak selamanya, dan kode tidak pernah kedaluwarsa. Itu ideal untuk pernikahan, karena memang tidak ada yang perlu berubah, tetapi rencanakan dengan baik:

  • Tautkan ke halaman yang Anda kelola. Undangan dikirim berbulan-bulan sebelum hari H. Jika kode mengarah ke website pernikahan Anda, Anda bisa memperbarui susunan acara, menambahkan link album foto belakangan, atau memperbaiki salah ketik di halaman itu, dan kode yang sudah dicetak tetap berfungsi.
  • Gunakan link pendek. Link pendek menghasilkan kode yang tidak terlalu padat dan mudah dipindai meski dicetak kecil. Hindari link panjang dengan parameter pelacakan yang tersalin dari bilah alamat.
  • Satu kode, satu tugas. Jangan taruh tiga kode di satu kartu. Jika undangan perlu RSVP dan peta, tautkan halaman RSVP dan taruh peta di halaman itu.
  • Kode Wi-Fi berisi password. Jika venue menggantinya sebelum hari H, kode tidak akan berfungsi. Minta detail jaringan tamu ke pihak venue mendekati tanggal acara.

Anda bisa menyesuaikan gaya setiap kode agar serasi dengan undangan: titik membulat, palet warna Anda, monogram sebagai logo di tengah, atau bingkai dengan label singkat. Dengan QR foto, Anda bahkan bisa mengubah foto prewedding menjadi kodenya sendiri. Gambar sederhana dengan objek yang jelas memberi hasil terbaik, dan pembuat QR memeriksa sambil Anda mengedit apakah hasilnya masih bisa dipindai.

Di mana menaruhnya

  • Undangan atau kartu keterangan: kode RSVP dan kode lokasi, di bagian belakang atau di sudut, dengan satu baris teks singkat yang menjelaskan fungsi masing-masing.
  • Papan selamat datang di pintu masuk: susunan acara atau website.
  • Setiap meja resepsi: kode album foto, di tent card meja atau kartu berbingkai kecil di samping hiasan meja.
  • Area bar atau lounge: kode Wi-Fi.
  • Kartu terima kasih: galeri foto.

Selalu tambahkan beberapa kata di samping setiap kode, misalnya “Unggah foto Anda di sini” atau “Petunjuk arah ke venue”. Tamu memindai apa yang mereka pahami.

Seberapa besar mencetaknya

Patokan dari panduan cetak: kode setidaknya sepersepuluh jarak pemindaian, dan tidak pernah lebih kecil dari 2 cm.

LokasiLebar kode umumnya
Undangan atau kartu terima kasih2–2,5 cm
Tent card meja atau kartu meja berbingkai5–7 cm
Papan selamat datang dilihat dari 1,5 m15 cm atau lebih

Pembuat QR punya opsi cetak dengan papan, tent card meja, dan lembar stiker, jadi Anda bisa mencetak kartu meja di rumah. Cetak dengan skala 100% (“Ukuran sebenarnya”), bukan “Sesuaikan dengan halaman”. Unduh SVG jika undangan dicetak di percetakan, karena tetap tajam di ukuran berapa pun.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Kode terang di kertas gelap atau pastel. Merah muda lembut di atas kertas gading terlihat cantik tetapi sulit dipindai. Buat kode gelap di atas latar terang dengan kontras kuat.
  • Memotong tepi putih. Sisakan margin terang di sekeliling kode, setidaknya selebar empat kotak kecilnya. Desainer sering memotongnya agar pas dengan tata letak.
  • Foil emas dan finishing glossy. Foil dan laminasi memantulkan cahaya, apalagi di bawah lampu tumblr. Cetak kode dengan tinta biasa di kertas doff.
  • Tidak menguji hasil cetak contoh. Pindai contoh cetak (proof) dengan dua atau tiga ponsel berbeda sebelum Anda menyetujui 150 undangan.
  • Menautkan ke halaman yang perlu login. Pastikan album dan website bisa dibuka siapa saja yang punya link, di ponsel, tanpa aplikasi.
  • Kode tanpa label. Kotak polos di meja terlihat seperti hiasan.

Daftar periksa

  • Tentukan kode yang Anda perlukan: RSVP, lokasi, album foto, Wi-Fi, susunan acara, galeri terima kasih
  • Arahkan kode ke halaman yang Anda kelola, agar isinya bisa diubah setelah dicetak
  • Gunakan link pendek dan buka di ponsel dalam jendela penyamaran
  • Minta detail Wi-Fi tamu dari venue mendekati tanggal acara
  • Kode gelap, latar terang, tepi putih tetap ada
  • Ukuran: 2–2,5 cm di kartu, 5–7 cm di meja, lebih besar untuk papan
  • Pindai contoh cetak dengan beberapa ponsel sebelum mencetak semuanya
  • Tambahkan label singkat di samping setiap kode